๑۩๑ 2 Kekeliruan Terkait “Iedul Fithri” Yang -Mungkin- Cuma Terjadi di Indonesia

Dua Kekeliruan Yang Dimaksud Adalah :

1. Pemaknaan Kata “Iedul Fithri

2.Ucapan Minal Aidin wal Faizin

adapun Yang Pertama : “Makna Iedul Fitri”

Pada setiap kali menjelang ‘Iedul Fithri seringkali kita mendengar dari para Khatib atau muballigh di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu maknanya -menurut persangkaan mereka- ialah “Kembali kepada Fitrah”, Yakni Kita kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa kita.

Penjelasan mereka di atas sebenarnya keliru ditinjau dari segi lughoh/bahasa, maupun dari segi Syara’/Agama.

Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz Fithru itu berasal dari Ifthaar” artinya -menurut bahasa- Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fithri artinya “Hari Raya berbuka Puasa”. Yakni kita kembali berbuka atau tidak puasa lagi setelah selama sebulan kita berpuasa. Sedangkan “Fitrah” tulisannya sebagai berikut [Fa-Tha-Ra-] dan [Ta marbuthoh] bukan [Fa-Tha-Ra]”.

Kedua :

“Adapun kesalahan mereka menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa “Idul Fithri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa”.

“Artinya Dari Abi Hurairah Bahwasanya Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. “Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Iedul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Iedul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.

[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No. 2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan beberapa jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan semua sanadnya di kitab saya “Riyadlul Jannah” No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi]

Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa. Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat I’ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri yang tepat. Demikian pemahaman dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka.

adapun Yang Kedua : “Ucapan Minal Aidin Wal Faizin”

Kalimat “Minal Aidin Wal Faizin” Tidak Dikenal Dalam Budaya Arab, Apalagi Dalam Islam. Ini Cuma Tenar Di Indonesia

Ucapan Selamat Yang Paling Tepat Ketika ‘Ied Fithri Adalah;

“Taqabbalallahu Minnaa wa Mingkum”

Artinya : Semoga Alloh Menerima (Amal) Dari Kami Dan Dari Kalian

Biasanya kalimat Minal Aidin Wal Faizin Disambung Dengan Kalimat “Mohon Maaf Lahir Dan Batin” Seakan Itulah Artinya.

Padahal Makna Minal Aidin Wal Faizin Dalam Bahasa Arab “Maksa” Alias Cuma Ada Dikamus Bahasa Indonesia artinya adalah; dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang, Yang Mungkin Si Pembuat Pertama Kalimat Ini Memaksudkan Dengan Makna ; Semoga Anda termasuk orang-orang yang kembali (ke jalan Tuhan) dan termasuk orang yang menang (melawan hawa nafsu).

Jadi kalimatnya Aneh dan justru menjadi Makin aneh ketika disambungkan dengan Kalimat; “Mohon Maaf Lahir Dan Batin”

Adapun Kalimat “Taqabbalallahu Minnawa Mingkum” benar itu yang dilakukan para salafussholeh ketika selesai sholat Ied.

Terdapat berbagai riwayat dari beberapa sahabat radhiyallohu ‘anhum bahwa mereka biasa mengucapkan selamat di hari raya di antara mereka dengan ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” (Semoga Alloh menerima (amal) dari kami dan dari kalian).

sebagaimana atsar berikut :

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن .

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan

Ibnu Qudamah rahimahullah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bila kembali dari shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain : Taqabbalallahu minnaa wa minka”

Imam Ahmad rahimahullah menyatakan : “Isnad hadits Abu Umamah jayyid (bagus)”

Demikian, Semoga Bermanfaat.

–PustakaSunnah.Wordpress.Com–

Literatur :http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2009/09/20/mengenal-makna-minal-aidin-wal-faidzin-dan-ucapan-pada-hari-ied/,– kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke satu, Terbitan Darul Qolam – Jakarta,almanhaj.or.id-http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3182-ucapan-selamat-di-hari-raya.html

About pustakasunnah

Tolabul ilmi

Posted on Agustus 28, 2011, in TOPIK. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Izin Copas Atau Komentar Silahkan Diketik Pada Kolom Dibawah Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: